Konyaku Suru Luph Iinazuke

Konyaku Suru Luph Iinazuke
Me And IinaZuke

About Me

Foto Saya
South Java, DKI.Jakarta, Indonesia
Hal yang baru dan menarik akan di lakukan..

Senin, 26 Juli 2010

Bintik (Noda) Buta(subjek wendy)

Nama Percobaan : Bintik (Noda) Buta
Nama Subjek Percobaan : Wendy
Tempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal

a. Tujuan Percobaan : untuk mengetahui jarak (dalam cm) bintik buta seseorang serta menentukan letak proyeksi bintik buta.

b. Dasar Teori : Setiap benda yang terkena cahaya akan membiaskan cahaya tersebut melalui kornea. Hasil cahaya yang terbias tersebut masuk ke dalam mata melalui pupil lalu masuk ke dalam lensa mata, pada lensa mata difokuskan dan jatuh pada bintik kuning. Pada bintik kuning terdapat sel batang dan sel kerucut. Sel kerucut peka terhadap cahaya dan berfungsi sebagai fotoreseptor. Rangsang yang diterima sel kerucut berupa cahaya akan diubah menjadi impuls untuk kemudian di kirim ke saraf optik di otak besar bagian belakang (Lobus oksipitalis). Kemudian impuls yang diterima diinterpretasikan menjadi kesan melihat. Pada mata selain terdapat bintik kuning juga terdapat bintik buta. Bintik buta tidak peka terhadap cahaya karena tidak memiliki sel batang dan sel kerucut. Apabila bayangan benda jatuh pada bintik kuning, benda akan terlihat, karena pada bintik kuning terdapat sel batang dan sel kerucut yang akan meneruskan rangsangan yang diterima ke saraf optik yang selanjutnya di kirim ke otak untuk diproses dan terjadilah kesan melihat. Sedangkan bila bayangan jatuh pada bintik buta, tidak akan terjadi kesan melihat karena tidak ada sel batang dan sel kerucut yang akan meneruskan rangsangan cahaya tersebut ke saraf optik.
Panjangnya medan titik buta dapat diketahui dengan menghitung panjang jarak objek hilang dari penglihatan dan jarak objek muncul kembali dalam penglihatan dengan menggunakan rumus berikut.
Jarak medan noda buta = jarak objek hilang – jarak objek muncul
Pada umumnya jarak bintik buta mata kanan dan mata kiri hampir sama untuk kebanyakan orang.

c. Alat yang Digunakan : Kertas hitam dengan tanda lingkaran dan tanda plus berwarna putih, capi meter dan bulatan besar 1 cm berwarna putih dengan tongkat.

d. Jalannya Percobaan : Subjek diinstruksikan mengambil kertas hitam dengan tanda lingkaran dan tanda plus yang berwarna putih, kemudian subjek diinstruksikan melihat dengan fokus pada kertas tersebut dengan melihat salah satu gambar yang ada pada kertas dengan cara salah satu mata ditutup, bila subjek melihat salah satu gambar dengan fokus dan dengan keadaan 1 mata ditutup. Kemudian kertas yang dipegang ditarik ke depan pelan-pelan hingga gambar yang terlihat menjadi hilang, kemudian diukur menggunakan capi meter. Kemudian kertas yang terdapat gambar tersebut ditarik kembali sampai gambar terlihat kembali dan diukur kembali menggunakan capi meter.

e. Hasil Percobaan : Setelah melakukan percobaan tersebut, didapatkan data bahwa pada jarak 32 cm gambar menghilang dari penglihatan dan muncul kembali pada jarak 18 cm.

f. Kesimpulan : Gambar pada percobaan tersebut menghilang karena pada jarak tersebut bayangan objek jatuh pada bintik buta yang tidak memiliki sel batang dan sel kerucut yang peka terhadap cahaya dan berfungsi sebagai fotoreseptor. Akibatnya rangsangan cahaya yang jatuh pada bintik buta tidak dapat diubah menjadi impuls dan tidak dikirimkan ke saraf optik sehingga tidak ada kesan melihat atau objek seolah-olah menghilang.
Panjangnya medan noda buta diukur dengan rumus berikut:
Jarak medan noda buta = jarak objek hilang – jarak objek muncul
= 32 cm – 18 cm
= 14 cm
Jadi jarak medan noda buta subjek adalah sepanjang 14 cm.

g. Daftar Pustaka : Mariana. 2008, Laporan Praktikum Biologi Bintik Buta Pada Manusia, [doc], (http://smulab.tripod.com/alatoptik.htm diakses tanggal 26 Februari 2010)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini